Permasalahan Dalam Transportasi Online yang Berujung Demonstrasi

Berujung Demonstrasi

Seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin canggih, perubahan ini bisa merubah gaya hidup masyarakat pula yang mana semua serba online, online, dan online. Dalam verbagai bidang kebidupan pun saat ini kebanyakan telah menggunakan sistem online. Baik dalam bidang pendidikan, kesehatan, transportasi, perdagangan, komunikasi, dan lain sebagainya. bisa dikatakan, saat ini kita hidup di jaman yang serba online. Semua orang menginginkan hal yang cepat dan praktis dalam segala bidang kehidupan yang mempengaruhi aktivitas sehari-hari . Dalam bidang teknologi, cepat dan praktis bisa anda dapatkan melalui pemesanan transportasi online. Namun sayangnya, keberadaan transportasi online seing menimbulkan permasalahan. Diantaranya adalah gejolak yang ditimbulkan antara transportasi konvensional dan transportasi online. Transportasi konvensional mengaku penghasilannya digerus oleh transportasi online. Gejolak ini semakin parah seiring dengan berkembangnya transportasi online di berbagai daerah.

Seperti halnya di kota Malang, angkutan yang didominasi dengan angkutan kota berplat kuning dengan kode AG (Arjosari Gadang), AL (Arjosari Landungsari), GL (Gadang Landungsari), ADL (Arjosari Dinoyo Landungsari) dan lain sebagainya yang memenuhi jalanan di kota Malang. Namun saat ini banyak bermunculan transportasi online seperti grab, go-jek, go-car, dan transportasi online lainnya. Namun, belakangan ini banyak terjadi konflik dianatara transportasi konvensional dan transportasi online. Konfik antara transportasi konvensional dengan transportasi online semakin memanas. Dibuktikan dengan banyaknya kriminalisasi yang terjadi dan selalu sopit dari transportasi online yang menjadi korbannya. Seperti sweeping yang dilakukan sopir transportasi konvenional kepada transportasi online, pemukulan terhadap sopit transportasi online, bahkan sampai dengan pengrusakan kendaraan. Tak tanggung-tanggung para sopir dari transportasi konvensional juga sempat menggerakkan aksi di beberapa wlayah di kota Malang. Setelah adanya demonstrasi yang terjadi, Kepala Dinas Perhubungan Kota Malang memutuskan untuk menutup sementara kantor go-jek. Kebijakan ini dilakukan bukan untuk membela transportasi konvensional, melainkan untuk meredam situasi agar lebih kondusif dan aman. Selain itu, keputusan ini diambil sambil menunggu walikota Malang melaporkan permasalahan ini kepada Gubernur Jawa Timur dan pemerintahan yang terkait.

Permasalahan yang terjadi antara transportasi online dan transportasi konvensional, bisa dikatakan akibat dari perkembangan teknologi yang semakin canggih. Pada hakikatnya, perkembangan teknologi ada untuk memudahkan para masyarakat untuk mengakses judi online http://gamebet88.co bukan malah dijadikan sebagai ajang permasalahan dan permusuhan. Dari segi kenyamanan memang transportasi online lebih unggul dibandingkan dengan transportasi konvensional yang selalu ngetem lama di suatu tempat, berdesak-desakan, bau keringat, rawan copet dan masih banyak lagi. Selain itu, akses perjalanan yang sangat terbatas juga sangat mempengaruhi kenyamanan enumpang yang mana lebih memilih transportasi online yang dengan mudah kita dapatkan dan tidak harus menungu lama, nyaman, serasa di kendaraan pribadi yang tidak berdesak-desakan, bisa sesuai dengan tempat tujuan kita, lebih murah, dan kelebihan lainnya. inilah alasan mengapa banyak orang yang lebih memillih transportasi online daripada transportasi konvensional.

Leave a Reply